Pagi, apakah pagi sudah mulai tersenyum?
Atau malu-malu menampakkan sinarnya hingga sedikit meredup
Bersembunyi di balik awan dan membuatnya tak beranjak dalam sesaat
Tak lama lagi siang akan menyapa
Jangan terlambat untuk bergegas memetik setangkai bunga yang hanya mekar beberapa jam saja
Dengarlah detak waktu yang terus melaju tanpa menyisakan tunggu
Untuk kesekian kali kuingatkan agar tak melukis kalut di langit biru
Itu akan membuat wajah semesta sedikit terganggu
Angin dan senja pun akan risau bila sesuatu menggantung tak indah di pelataran cakrawala
Malam sekejap lagi menyelimuti sebagian lingkaran bumi
Dan aku tahu bila kau tak lagi punya mimpi yang pantas disuguhkan pada singgahsana denyut nadi
Langit telah menghapus warna putih dan biru berganti kerlip cahaya indah pada kelambu yang pekat
Mungkin kita bisa berbisik tentang harapan kecil yang tak pernah padam
Yang cukup menjadi nyala pada ruang sempit dan gelap
Seperti dongeng pada sepotong hati yang telah kering merahnya, karena secuil benci yang menancap membenam dalam
Apakah butuh ramuan sebagai penawar?
Entahlah
Sebentar lagi malam berlalu
Pagi akan kembali menyapa
Namun matamu masih memeluk kisah-kisah lama, tak kuasa menggulung luka yang masih berbekas
Mei, 2022
Corat-coret ringan dan sederhana
Selamat menggoreskan pena kembali mba Aliz di rumah kita yang baru
Terima kasih
Waah, selamat datang di rumah SKB yang baru Mbak
terima kasih