Secangkir Kopi

oleh -224 views
https://cdn.pixabay.com
Pada secangkir kopi
aku menyerahkan aromanya
merebahi semua kelelahan
yang sekarang menjalari sekujur urat syaraf
seperti cengkeraman tangan-tangan kegelapan
di tubuh malam

Di sesapan pertama
aku melepaskan helaan nafas panjang
seperti hembusan angin buritan
yang mendorong perahu nelayan
maju mengendarai puncak gelombang
menuju pucuk samudera
di mana semua ketenangan
berkumpul di sana

Dalam kepahitan rasanya
aku belajar cara terbaik
membedakan antara gula yang manis
dengan balam yang romantis
di antara pawai gerimis
yang membawa serta keramaian
namun benar-benar kehabisan percakapan

Saat sesapan pamungkas
aku seperti menemukan berkas
masa lalu yang belum sepenuhnya terbebas
dari penjara-penjara yang dibangun
menyerupai alcatraz
oleh sel-sel ingatan
yang membelah diri
dalam bentuknya yang paling sunyi

Bogor, 6 Maret 2020



Responses (9)

Tinggalkan Balasan