Puisi: Sayang. Sungguh Sayang!

oleh -224 views

 

Sumber: Here and now, unfortunately, ends my journey on pixabay.com

Di gerbang timur, dua merpati tua, tekun menjual iklan bekal kehidupan. Berbumbu dan berbahan surga, berbungkus neraka.

Mata dan telinga beberapa orang, tertegun dan terpesona. Betah menunggui kegenitan, sepasang merpati tua.

 

Siang dan malam, sang merpati jantan, gesit ke luar sarang. Mencari ketenangan dan kemenangan, menurut versinya.

 

Namun sayang, malam itu merpati jantan kembali liar menelanjangi dada dan dirinya di banyak mata. Merpati betina masih genit menggincu iklannya. 

Sepasang merpati tua, lupa surga, lupa neraka. Dan lebih lupa, siapa dirinya!    

 

Sayang. Sungguh sayang!



Tinggalkan Balasan