Anies Malah Tenang, Pagar Ambruk saat Peresmian JIS, Ada Apa?

oleh -933 views

Namun kontraktor stadion JIS membangun pagar pembatas setinggi paha orang dewasa (60-70 sentimeter). Manajer Proyek JIS Arry Wibowo menyampaikan alasan, railing merupakan tambahan fasilitas pengaman, bukan dibuat untuk membatasi antara penonton dengan penampil di lapangan (antaranews.com).

Dari gambar yang beredar, terlihat bahwa konstruksi besi direkatkan pada dinding tembok. Mungkin menggunakan dinabolt (baut tembok).

Tampak sedikit bagian yang menancap pada dinding tembok. Barangkali maksud konstruksi seperti itu adalah sebagai pembatas saja. Tidak untuk menahan beban sandar atau dorong dari penonton.

Seyogianya penonton di stadion JIS duduk manis saja. Kalem tidak ugal-ugalan. Tapi mana bisa?

Bila pagar pembatas dibangun demi menahan beban. Juga agar penonton tidak mudah menyeberang dan memasuki lapangan, maka konstruksi pagar harus kuat dan tinggi.

Untuk tujuan itu, kontraktor agar menanam tiang-tiang penopang ke dalam dinding penyangga. Lebih kuat lagi apabila tiang tersebut merupakan perpanjangan dari kolom tembok. Kolom biasanya menancap di dalam tanah dengan perkuatan beton.

Kesimpulan

Jadi tujuan pembuatan akan menentukan pembuatan pagar pembatas tribun penonton di stadion.

Jika hanya sebagai penyekat antara penonton dengan penampil di lapangan, maka membangun pagar estetis saja sudah cukup. Asalkan para penonton anteng duduk manis sebagai menonton pertunjukan musik klasik.

Namun apabila bertujuan untuk menahan antusiasme penonton, seperti umumnya di dalam pertandingan sepakbola, maka konstruksi pagar pembatas harus cukup kuat menahan beban dorong.

Dengan demikian, peristiwa pagar pembatas stadion ambruk dan penonton melewati pagar dapat diminimalkan.

Responses (3)

Tinggalkan Balasan