Mindful Learning sebagai Pembelajaran Kolaboratif antara Orangtua dan Anak

oleh -528 views
Ilustrasi gambar dari Tafenpah.com dan Canva

Penulis: Fredy Suni

KUPANG, Eskaber.com – Mindful learning atau pembelajaran bermakna menjadi model pendidikan kolaboratif antara anak dan orangtua di era digital.

Pembelajaran di era digital tidak cukup, bila orangtua hanya mempercayakan anak untuk mengakses materi pembelajaran di internet.

Karena di sana akan ada kekaburan makna pembelajaran bagi sang anak.

Menarik ajaran dari Samanta Elsener selaku Psikolog anak dengan metode pembelajarannya yang sudah sangat familiar di tengah masyarakat, yakni “Mindful Learning.”

Apa itu mindful learning? Bagi Samanta Elsener, mindful learning atau pembelajaran bermakna merupakan keadaan ketika kita memiliki kesadaran mental mengenai apa yang sedang terjadi.

Ia juga mengatakan, model pembelajaran ini juga harus melibatkan kerja kolaboratif antara orangtua dan anak. Mengingat fokus terhadap hal yang sedang dipelajari, dan menerima apa yang sedang diajarkan, termasuk perbedaan pendapat di dalamnya.

3 Model Pembelajaran dari Samanta Elsener

Untuk meningkatkan semangat belajar anak, orangtua perlu menerapkan 3 hal berikut

  1. Menerima
  2. Menyadari
  3. Melaksanakan

Model pembelajaran menerima berarti anak sudah bisa menerima pandangan dari orang lain. Untuk mendapatkan manfaat dari model pembelajaran ini adalah orangtua harus berdiskusi terbuka dengan sang anak.

Kedua; Metode transfer ilmu pengetahuan itu sebenarnya adalah menyadari keberadaan diri sendiri, termasuk apa saja yang ada di lingkungan sekitar anak dan orang tua.

Lebih simpelnya adalah anak sudah memahami fungsi kegunaan dari setiap hal. Misalnya, obat untuk diberikan kepada temannya atau pun adik maupun kakaknya harus sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan oleh Dokter. Begitu pun hal ini berlaku dalam setiap hal yang ada di dalam kehidupan sang anak.

Ketiga: Setelah memahami kedua model pembelajaran di atas, langkah ketiga adalah anak harus menerapkan apa yang sudah ia dapatkan dari pelajaran tersebut.

Lebih sederhananya adalah orangtua harus mengikuti gaya belajar sang anak. Tujuan dari langkah ketiga ini adalah anak tidak merasa orangtuanya mengekang dirinya.

Sekian dan terima kasih, sekiranya artikel ini bisa bermanfaat.

Salam literasi | Instagram: @Suni_Frederikus | Blog Pribadi: www.tafenpah.com

Tentang Penulis: freddy Suny

Jurnalis, Founder  & Owner www.tafenpah.com,  Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus

Responses (2)

Tinggalkan Balasan