Milenial dalam Genggaman Sastra dan Filsafat

oleh -491 views
Ilustrasi gambar dari Glints

Penulis: Fredy Suni

Milenial identik dengan sesuatu yang bombastis dan menggebu-gebu dan pada akhirnya tenggelam bak Kapal Titanik. Namun, lain skenario dengan karya Sastra milenial. Karena milenial itu hidup dan selalu berdampingan dengan karya sastra. Mengingat sastra sebagai terapi alami.

Membaca karya sastra dapat membawa seseorang pada kesadaran baru. Makna ini kemudian menyempit pada ruang psikologi. Di mana ketika kita merujuk pada teori hirarki kebutuhan dari Psikolog Abraman Maslow, di sana kita akan menemukan gudang inspirasi seputar kesadaran akan tujuan hidup.

Memang menyadari keberadaan itu serba sulit sih. Namun, bagaimana pun kehidupan adalah proses menjadi. Elaborasi dari kata “menjadi” dan “keberadaan” mampu membangkitkan rasa memiliki.

Lantas, pada fase ini, kita masih menemukan kejanggalan terbesar dalam proses mencari arti dari kehidupan. Walau berbicara tentang arti kehidupan, pemikiran kita tidak akan terlepas dari pepatah klasik di gua Yunani, yakni ‘Know Yourself.’

Mengetahui diri berarti menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. Sekuat dan sepandai apa pun kita memotivasi orang lain, belum tentu kita mampu keluar dari masalah kita sendiri.

Lantas, muncul statement ‘Aku Terjebak Karena Cintamu.’ No problem! Because this is my bussines. So, kita pun mulai beralih ke salah satu pernyataan dari filsuf kontroversial yang selalu dikaitkan dengan rezim Hitler, yakni Martin Heidegger.

mengulik kisah si bijak ini, tentu saja kita akan selalu berpegang pada dua kata yakni “ADA” dan “Waktu.” Apa itu ada dan waktu? Elaborasi dari kedua kata ini memberikan secuil pengejawahtahan pada makna siklus kehidupan yang selalu berhadapan dengan ‘kelahiran’ dan ‘kematian.’

Kekasih gelap dari filsuf perempuan berpengaruh abad-20 yakni Hannah Arendt ini pun mulai duduk dan menikmati salju negeri Panzer Jerman dengan berfilsafat.

Salah satu pertanyaannya yang sangat melegenda adalah jika kelahiran itu dibatasi oleh waktu, lantas apa itu waktu? So, tulisan ini pun sementara sampai di sini saja ya sobat pembaca.

Tentang Penulis: freddy Suny

Jurnalis, Founder  & Owner www.tafenpah.com,  Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus

Tinggalkan Balasan