Hutan Lindung Gunung Talang Menjadi Rumah Bagi Spesies Siamang (Symphalangus syndactylus)

oleh -712 views

Gunung Talang merupakan kawasan Hutan Lindung yang di kelola Oleh UPTD KPHL Solok. Gunung Talang terletak di tengah-tengah menjulang tinggi 2.597 Mdpl yang dikelilingi 4 kecamatan, yaitu kecamatan Gunuang Talang, ,kecamatan danau kembar, kecamatan lembah gumanti dan kecamatan lembanang jaya. (infopublik.solokkab.go.id).

Dalam Petualangan Menyusuri Jalur pendakian melalui via Bukik bulek, Diberbagai tipe tutupan Hutan Gunung Talang, Para pendaki di suguhkan dengan nilai-nilai ekologi yang bisa di rasakan secara langsung, kehadiran Keragaman Spesies Yang di temukan menjadi salah satu bukti perlunya perlindungan terhadap kelestarian ekosistem gunung talang.

Selama melintasi arah kawasan peralihan, antara Kebun Markisa dan Hutan Alami yang menuju Basecamp gunung talang, penglihatan kita di manjakan dengan panorama dari ketinggian, dan beberapa saat lagi jika beruntung akan sampai pada spot yang tak kalah menarik. perlahan terlihat para pendaki menghentikan langkah nya, dan menikmati Swafoto dengan dokumentasi terbaik mereka akan kehadiran seekor Siamang dewasa yang tengah mengasuh anak dan bergelantungan di atas kanopi pepohonan yang tidak begitu tinggi. Prilaku siamang tersebut menunjukkan reaksi menggapai pucuk dan buah kayu Sebagai Makanannya pada siang itu. Meskipun suasana saat itu berkabut , namun langkah para pendaki saling bergeser untuk menemukan angle yang yang terbaik walaupun hanya menggunakan Smart phone yang mereka miliki.

Siamang (Symphalangus syndactylus) merupakan jenis primata yang menghabiskan hidupnya di tajuk tajuk pohon atau yang di sebut Alborel. pada siang itu, hewan yang bersuara keras ini terlihat tenang dalam menyapih anaknya, dan tak segan hewan ini bergelantungan menggapai pucuk kayu sehingga mendekati kumpulan para pendaki seakan mengetahui untuk di dokumentasikan. Hewan penebar benih ini, pada tahun 2015 Lalu muncul dalam daftar merah IUCN Sebagai Spesies terancam punah (Endangered) dan distribusunya memang di temukan di berbagai tipe Habitat Hutan hingga ketinggian 3.800 Mdpl . (http://neprimateconsevacy.org/siamang/).

Dengan keberadaan Primata ini manfaat wisata pendakian merupakan nilai tambah bagi kawasan Gunung Talang, tak hanya meningkatkan nilai ekonomi dari wisata Ekologi, namun ini sebagai bukti terjaganya keseimbangan ekositem yang baik akan nilai keharmonisan para pendaki terhadap alam Gunung Talang.

Petualangan ini tak hanya sampai di situ, nilai-nilai positif secara Kearifan Local, dalam memitigasi resiko bahaya gunung menjadikan Satwaliar yang hidup di Habitat Hutan Gunung Talang memiliki peran penting sebagai tanda-tanda bagi orang sekitar, mungkin bagi mereka yang tidak tersentuh Teknologi perubahan zaman yang ada di sekitar lokasi kaki Gunung Talang.

Ini lah akhir kata yang akan menjadi pemikiran bersama, dimana pengelolaan dalam berwisata tentunya tidak terlepas dari nilai ekologi dan Kearifan lokal, yang harapannya akan menjadi dasar strategi untuk sebuah aturan main dalam berbagi ruang aktifitas para wisatawan di Gunung Talang.

Salam Lestari

Penulis : Ucok Rahmad Adi, KSLH_Riau

Tinggalkan Balasan