Ungkapan cinta tentang Ramadhan
“Ramadhan, jika ia dianggap tamu, akan segera pergi. Jika ia dianggap tuan rumah, kita yang harus bersiap meninggalkan tempat persinggahan indah ini. “
“Sebentar lagi kita harus berpi sah dengan Ramadhan. Apabila umur panjang, bisa bertemu di tahun depan. Jika tidak, ini adalah kenangan terakhir dijamu kedermawanan Ramadhan.”
“Ramadhan adalah bulan peningkatan kehidupan, Bulan introspeksi diri, bulan bersabar, bulan mengumpulkan deposito pahala dan Bulan dimana Allah SWT mengobral pahala.”
Belajar Cinta pada Ramadhan
Sebagai seorang muslim yang mengaku telah beriman kepada-Nya, di bulan yang penuh cinta ini, mari kita hiasi hati kita dengan beberapa kalimat dan juga tindakan yang membuktikan rasa cinta kita.
- Cinta kepada Allah. Jika kita memang benar-benar mencintai Allah SWT, maka mulai sekarang, di mulai dari bulan Ramadhan tahun ini mari kita benar-benar beriman kepada-Nya dengan cara yang benar, yaitu dengan cara tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Mulailah berniat untk segala sesuatunya karena Allah SWT. Berbuat segala sesuatu dengan ikhlas karena Allah, begitu juga ketika melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya juga karena Allah SWT.
- Cinta kepada Rasulullah. Diantara tanda cinta seseorang kepada Rasulullah adalah dengan cara menolong Agama-nya, baik itu secara lisan maupun dengan perbuatan. Mencintai umatnya dengan saling memperingati dan menasihati, sering bershalawat atasnya dan menghormati hadis-hadisnya. Nabi SAW bersabda, “Tidak beriman seorang pun di antara kalian sampai dia mencintaiku lebih dari cintanya kepada orang tua dan anaknya.” (HR Bukhari). Imam Qodhy Iyadh menye butkan,
- Cinta kepada diri sendiri. Dalam hal ini, melakukan ibadah dan perbuatan yang bisa membuat kita selamat, baik di dunia maupun di akhirat serta tidak merugikan orang lain.
- Cinta kepada orang tua. Sepertinya bukan hanya agama Islam saja yang menganjurkan untuk mencintai orangtua tanpa terkecuali. Salah satu cara mencintai orang tua kita adalah dengan cara membuat mereka tersenyum bahagia, setiap senyuman yang hadir di wajah orang tua karena anaknya, itu adalah deposito pahala bagi si anak, jadi buatlah kedua orangtuamu bahagia.
- Cinta kepada sesama. Banyak hal yang bisa kita terapkan untuk kalimat cinta pada sesama ini, Rasulullah bersabda,” Iman seseorang tidak akan sempurna sebelum dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai diri sendiri.”
Itulah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari Ramadhan, bulan cinta penuh berkah yang di bulan ini Allah SWT telah turunkan Al-quran suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Bahan Bacaan: https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/19/05/24/ps03c7313-bulan-penuh-cinta








Pelajaran dari Ramadan adalah nilai kebaikan yang ternyata universal.
Terima kasih Mas Warkasa.
Hormat saya.
Terimakasih sudah berkenan membacanya Pak Pudji. Salam hormat
Terima kasih atas artikel yang mencerahkan, Mas Warkasa.
Terimakasih sudah berkenan membaca nya Om Bud..
Terimakasih telah berbagi artikel yang sangat bermanfaat ☺️☺️
Terimakasih sudah berkenan membacanya Mbak Din..