Dendam Pada Seonggok Noda

oleh -813 views
Dendam Pada Seonggok Noda

Darah adalah satu-satunya cerita yang bisa kuceritakan.
Demi otak yang semakin rapuh dan hancur berantakan

Jiwa adalah satu-satunya harta yang bisa kugadaikan.
Demi raga yang kini kosong penuh kedengkian.

Aku memang telah jatuh cinta pada secawan merah.
Yang mengajarkanku hidup atau mati bukan lagi suatu pilihan
Dan kutumpahkan murkaku pada setiap dosa lagi dan lagi.

Perjalanan keras yang kutiti seakan tak bertepi
Siksaan dan kesengsaraan menjadi satu-satunya temanku
dan dengan bid’ah besar, aku disambut pulang.

Sejak awal, aku memang terlahir dari sepotong dosa dan seonggok noda.

Responses (2)

Tinggalkan Balasan