Tidak Terlambat Meskipun Macet Total

oleh -558 views

Tidak Terlambat Meskipun Macet Total

Natal tahun ini sangat berbeda dengan natal 3 tahun berturut-turut. Di mulai dari tahun 2020 dilanda covid 19. Tidak bisa kemana-mana. Semua serba terbatas. Ibadah pun dilakukan melalui online. Tidak ada rasa bahagia namun masih tetap bersyukur masih bisa melakukan kebaktian Natal dan berinteraksi dengan teman-teman satu gereja lewat aplikasi zoom meeting.

Setelah 3 tahun berlalu semuanya seperti keluar dari sangkar emas. Merdeka bebas berinteraksi dengan mematuhi protokol kesehatan.

Tahun ini adalah tahun kebebasan sangat dirasakan. Meskipun masih memakai masker tetapi sudah bisa berinteraksi berhubung semua sudah divaksin. Natal tahun ini sangat berbeda. Meskipun ada musibah melanda dan hampir merenggut nyawa. Dalam keterbatasan langkah tak membuat semangat surut.

Gereja kami lumayan jauh dari rumah. Sekitar 14 km. Jika naik motor dan tidak macet lebih kurang 30 menit sampai. Namun jika sudah macet bisa 3 jam. Tahun ini saya dan suami ikut ambil bagian pelayanan gemende koor. Meskipun jauh dari rumah kami tetap semangat mengikuti latihan.

Latihan natal dilakukan sepulang kerja. Kebetulan setiap hari Rabu jam kosong. Suami langsung ke gereja. Pulang latihan natal bisa bersama. Dari komplek kami ibu-ibu yang ambil bagian ada 3 orang. Kami memutuskan pergi latihan natal naik angkutan perumahan. Setengah enam sore berangkat dari rumah. Di perjalanan diguyur hujan deras, ada rasa khawatir. Sebab jika hujan saya tidak bisa berlari berhubung kaki masih ngilu akibat kecelakaan bulan Maret lalu.

Tiba di simpang mau ke gereja, hujan masih rintik. Berdua bergandengan tangan dengan teman. Berjalan perlahan menghindari tanah becek. Ternyata sampai di gereja masih sepi. Ada rasa bahagia bisa mengikuti kegiatan gereja. Tidak terbatas seperti dulu.


Pada tanggal 24 Desember merupakan acara malam natal yang kudus. Dari jam 15.00 WIB sudah siap-siap. Berhubung gereja sangat jauh dari rumah. Mulai jam 16.00 sudah pesan gocar. Semua menolak ternyata macet di terminal Cileungsi hingga ke Harvest City. Akhirnya kami nekat naik motor berempat. Sebenarnya ingin meninggalkan motor di pemasaran. Ternyata macet total akhirnya nekat naik motor berempat ke gereja. Bayangkan saja tanpa helm dan jaket. Mana si kakak sudah besar. Hanya Ade saja yang kecil dan duduk di depan. Suami mengendarai motor tidak terlalu kencang. Pengalaman tahun ini sangatlah mendebarkan.

Lumayan menguji adrenalin. Puji Tuhan masih dilindungi. Kami tiba dengan selamat di gereja. Bahkan satu jam sebelum kebaktian Natal dimulai. Teman-teman yang searah dengan kami malah ada yang pulang. Dan ada yang terlambat. Kenapa macet padahal tidak ada apa-apa. Tahun ini adalah natal yang tanpa dibatasi. Sehingga semua keluar rumah. Hampir rata-rata gereja melakukan kebaktian pada jam 18.00 WIB. Jadi semua menumpuk. Tidak seperti tahun lalu masih terbatas ke gereja.

Acara kebaktian pun penuh. Banyak yang hadir pada acara malam natal. Senang juga rasanya bisa dapat duduk paling depan. Lebih baik datang duluan daripada datang terlambat. Jika terlambat tidak bisa masuk ke dalam gedung gereja. Jadi duduknya di luar. Mengikuti kebaktian melalui televisi. Begitulah kisah Natal tahun ini. Semangat untuk bisa mengikuti ibadah bersama dengan jemaat di gereja. Natal yang indah. Menyambut kelahiran Yesus Kristus.


Malam ini keluarga dari bapak datang ke rumah. Kami seperti biasa selalu berkumpul untuk menyambut tahun baru. Setiap tahun diusahakan bisa berkumpul bersama. Tahun baru tahun ini rumah kami yang dapat giliran.

Nataru yang indah di tahun 2022.

Selamat natal semuanya bagi yang merayakannya.

Sukacita Natal menyertai kita semua. Damai sejahtera beserta kita Amin 🙏.

Nataru

Selamat natal dan tahun baru

Bekasi, 30122022

Responses (11)

Tinggalkan Balasan