
Siapa sih yang tidak suka mi ayam? Makanan populer ini mudah ditemukan di sudut-sudut kota maupun desa. Baik yang menggunakan gerobak berkeliling kampung atau diam menempati satu lokasi strategis.
Tak sedikit restoran yang menyediakan mi ayam di dalam daftar menu. Gerai-gerai tersebut menawarkan harga beragam. Tergantung tempat dan kualitas. Tapi apapun, dengan mudah lidah kita menerima, ketika melahap mi rebus dengan topping olahan potongan ayam dan sayur matang.
Persoalannya, ada penjual yang menyajikan mi ayam dengan kuah di dalam satu mangkuk.

Pedagang lain menghidangkan dengan cara memisahkan mi ayam dengan kuah, seperti ilustrasi di paling atas.
Penggemar pun ada yang menyukai mi ayam kuah pisah, ada pula yang lebih menikmati mi ayam kuah gabung.
Orang-orang lain bisa jadi tidak perduli mau kuah menyatu dalam satu mangkuk atau terpisah. Ada di depan mata langsung disikat. Habis perkara.
Sepintas tidak ada bedanya. Ihwal kuah pisah atau gabung. Kalau mi ayam kuah menyatu, kuah cenderung nyemek. Lebih praktis saat memakannya dengan cepat. Penting, sesudahnya perut kenyang.








Kalo makan sendiri, seperti waktu masih di pendidikan dasar militer, sesuai instruksi pelatih hitungan kelima mangkok sudah bersih…..mi ayam dicampur.
Kalo makan brrsama pacar, mi ayam dipisah biar menambah durasi kebersamaan hehehe.
Terima kasih Pak Budi.
Hormat saya.
Iya. Untuk makan cepat, lebih cocok mi ayam kuah gabung.
Kalau santai, mi ayam kuah pisah.
Salam hormat, Pak Pudji
Kalau saya lebih suka makan mie ayam yang di pisah kuah nya
Enak nih makan mie ayam
Mantap lah pokoknya. Selagi hujan