
Sidaguri
Banyak tanaman yang kita anggap tidak berguna dan membuat halaman tidak enak dipandang, ternyata banyak manfaatnya. Biasanya kita lebih memilih tanaman hias dan menyingkirkan tanaman yang dianggap sampah.
Aku termasuk perempuan yang kurang menyukai tanaman, dan banyak tidak tau nama tanaman. Mawar, melati, sedap malam, anggrek, kembang kertas, kamboja, kaktus sebagian tanaman yang aku tau, itu juga hanya global. Kalau Tamanan buah-buahan sebagian besar aku tau.
Aku termasuk orang yang senang mengangkat kegiatan sekolah, terlepas ada yang baca atau tidak, ada yang suka atau tidak. Aku hanya ingin menuliskan jejakku dimanapun aku ditugaskan.
Aku sadar, tidak selamanya aku berada disekolah itu selamanya, bisa jadi setahun atau dua tahun aku mutasi entah kemana. Keberadaanku yang sebentar ini aku ingin memanfaatkannya secara maksimal. Semoga dimanapun aku berada menyimpan kenangan indah bagi guru-guru tempat aku pernah ada dan bersama-sama memajukan sekolah itu.
Setiap menulis aku selalu share baik di FB maupun di WAG, bisa jadi teman-teman yang di WAG bosan dengan kiriman link tulisanku. Tapi aku hanya ingin berbagi informasi dan mempromosikan sekolah tempat aku berada.
Aku ingat ketika aku menulis tentang kegiatan di sekolah yang baru yaitu SDN Sadagori 1, ada teman dari WAG KPLJ menyebut nama Sadagori sebagai tanaman obat, awalnya aku tidak terlalu memikirkan hanya bilang “iya mutasi di SDN Sadagori 1.”
Sampai akhirnya aku penasaran dengan nama tanaman Sadagori karena temanku memberikan fotonya dan manfaat tanaman Sadagori.
Karena penasaran aku buka-buka Mbah Google dan mengetik kata ‘SADAGORI’ , ternyata banyak keluar informasi tentang tanaman Sadagori. Ah ternyata aku belum tau manfaat tanaman Sadagori dan aku harus banyak membaca lagi.
Baiklah aku akan menuliskan tentang tanaman Sadagori, dan sengaja aku menuliskannya di sini agar suatu saat teman-teman bisa membukanya di blog ini.
Sidagori atau seleguri termasuk tanaman perdu, dengan bunga berwarna kuning mungil serta akar sidagori bisa dijadikan obat.
Tanaman sidagori termasuk tanaman herbal, bisa sebagai obat reumatik, tuberkulosis, asma dan pilek biasa.
Cara mengolah Sidaguri
Cara mengolah daun sidagori untuk obat tradisional untuk asam urat adalah dengan merebus 60 gram atau beberapa helai daun sidagori dalam 600 mililiter air. Rebus daun sidagori hingga jumlah air menyusut setengahnya. Setelah itu saring rebusannya dan minum airnya.
Selain untuk obat yang diminum ternyata daun sidagori bisa juga untuk menyembuhkan luka luar. Dengan cara daun sidagori ditumbuk dan hasil tumbukan ditempelkan pada luka. Dan dapat membantu proses pemulihan.
Selain bisa menjadi obat, daun sidagori bisa juga ada efek sampingnya bila diminum secara berlebihan. Diantaranya adalah kita akan merasa pusing, cemas, gelisah, perubahan emosi, insomnia, sakit kepala, kurang nafsu makan, mual dan muntah.
Aku rasa semua obat yang diminum secara berlebihan tentu akan ada efek sampingnya.
Harga Sidaguri
Tamanan sidagori dijual bebas dan daun serta akarnya dijual kisaran Rp. 10.000 s d Rp. 20.000 untuk 200 gram.
Banyak tanaman yang ada disekitar kita dan dianggap tidak ada manfaatnya, ternyata bisa menghasilkan uang dan obat herbal.
Ini salah satu hikmah aku sering berbagi tulisan tentang kegiatan sekolah, aku jadi tau tanaman sidagori.
ADSN1919








Iya pak Pudji, terkadang kita tidak tau manfaatnya,
Betapa kayanya negeri kita, meskipun hanya tanaman perdu tapi bermanfaat.
Di madura namanya tanaman othok-othok.
Terima kasih Bu Dinni telah berbagi manfaat.
Hormat saya.
Iya pak Pudji, terkadang kita tidak tau manfaatnya, terimakasih sudah berkenan membacanya
Sidaguri, ternyata banyak manfaatnya
Iya betul pak Budi ☺️
Terimakasih untuk artikelnya Mbak Din, bermanfaat
Sama-sama semoga artikel ini bermanfaat yaaaa ☺️