Fredy Suni
Fungsi dari Sekolah adalah sebagai ruang mencari ilmu, relasi, pengalaman, dan pengembangan jati diri bagi Guru maupun peserta didik.
Namun, bila kita melihat lebih jauh lagi, ternyata fungsi lain dari sekolah adalah tempat untuk menghabiskan ribuan hari, loh!
Ya, memang benar adanya sobat Eskabers. Karena setiap pagi, kita sudah berangkat ke sekolah, entah kita memilih untuk berjalan kaki, mendayun sepeda, membawa kendaraan pribadi, menggunakan jasa transportasi umum hingga orang tua yang mengantar kita.
Poin-poin di atas adalah bagian dari rasa cinta akan masa depan kita sebagai generasi penerus bangsa.
Namun, apakah kita sudah merasa nyaman selama berada di lingkungan sekolah?
Penulis sangat yakin, pasti ada jawaban yang sangat beragam dari kita.
Tidak masalah! Sebab kita semua adalah manusia bebas.
Namun, kebebasan di sini adalah bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
Sebagai ilustrasi singkat; setiap hari Penulis mengamati lingkungan sekolah Amore Prime School Tangerang, terlebih aktivitas peserta didik di pagi hari.
Ada beragam kisah yang penulis dapatkan di depan pintu masuk sekolah.
Lantaran, mayoritas peserta didik di Amore Prime school adalah mayoritas Tionghua.
Meskipun demikian, ada beragam suku bangsa yang memilih untuk mengenyam pendidikan di sini.
Pengalaman unik itu menyangkut tingkah laku peserta didik yang diantar orang tua serta sopir pribadi dan asisten rumah tangga.
Di mana, ada peserta didik yang memancarkan aura kebahagiaan untuk bersekolah.
Sebaliknya, ada yang memilih untuk kembali ke rumah orang tuanya.
Rentetan kejadian ini mendorong penulis untuk menuliskan artikel ini.
Artikel ini adalah sebagai manivestasi cinta penulis terhadap siswa-siswa dari Tk – SMA Amore Prime School.
Sekolah Adalah Rumah Yang Paling Nyaman
Alasan penulis mengatakan sub judul di atas karena selama di sekolah, peserta didik sudah pasti bertemu dengan teman-temannya, karyawan-karyawati, tenaga pengajar, dan lain sebagainya.
Pengalaman ini sulit kita dapatkan di rumah! Karena lingkungan pergaulan di rumah pasti hanya sebatas keluarga inti, sanak famili, dan kalau pun ada rasa sosial, kita akan ber-say-hello dengan tetangga.
Hal demikian berbeda di sekolah. Karena selain lingkungan pertemanan yang lebih kompleks, kita juga berhasrat untuk mengembangkan talenta yang kita miliki, selain kita juga bisa mengasa semangat persaudaraan.
Mengingat bangsa kita kaya akan suku bangsa, budaya, ras, kepercayaan, dan lain sebagainya.
Komunikasi lintas budaya pun mulai terjalin mesra di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, kita akan semakin nyaman dalam menjalin kehidupan sosial, entah di mana pun.
Karena kita sudah memiliki bekal pengetahuan tentang karakter setiap suku bangsa yang berbeda.
Meskipun berbeda, tetapi kita satu dalam bingkai NKRI.
Dear sobat, jangan takut untuk ke sekolah ya. Anggap lah sekolah adalah tempat liburanmu yang paling menyenangkan, di samping menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi.
Terima kasih sobat Eskabers di mana pun | Salam literasi
Jurnalis, Founder & Owner www.tafenpah.com, Kompasianer dan penulis lepas di beberapa media online tanah air | Instagram: @Suni_Frederikus







Sip
Terima kasih
Terima kasih untuk artikelnya Bang Fredy. Salam literasi
Sama-sama bang