Kisah Sepenggal Wanita Aroma Kopi

oleh -288 views
Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kop
Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kop

[Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kopi 1]

[Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kopi 3]
Hujan Air Mata

Mendung datang mengundang hujan 

Angin kencang menerpa wajahku
Mimpi pun gelisah
Tak lama kabar itu pun datang
Terjawab sudah

Wanita aroma kopi tergeletak tak berdaya
Keperkasaan yang dimilikinya redup lemah seolah-olah tak bernyawa

Kuingin punya sayap kala itu
Bisa menyumbang secawan anggur untuknya yang ternyata dititiskan untukku

Darah yang mengalir di tubuhku adalah warisan dari wanita aroma kopi
Dia hanya membutuhkan secawan anggur untuk menyambung hidup demi jantung hati yang pertama lahir dari rahimnya

Untaian doa terjawab 
Secawan anggur didapat dari si jantung hati buah sulung anak pertamanya

Hujan air mata berujung bahagia
Wanita aroma kopi selamat dari maut
Ia masih punya janji untuk cahaya hati buah sulungnya yang telah lama berpulang


Erina Purba
Bekasi, 20092020

[Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kopi 2]

Ketika sunyi menghampiri
Aku teringat rinai 
Rintik-rintik perlahan-lahan membasahi bumi
Aku menunggu dengan gelisah
Dengan segala resah

Rembulan masih tersenyum
Menyinari pekatnya malam
Menit berganti dengan jam
Jalanan setapak dihiasi lampu temaram

Rinai masih setia
Menambah suasana gundah
Yang ditunggu belum kembali
Apakah dia tersesat

Di bawah aroma kopi
Mereka masih berkencan
Hingga lupa pulang

Lama aku menanti
Menunggunya hingga hati letih
Penghuni rumah mencari
Dimanakah wanita aroma kopi itu berada?

Kecintaannya terhadap mahluk bernama kopi
Membuat dia lupa jalan pulang
Dengan kasih tak terbatas dibelai dan disayang tanpa sadar mentari mulai tenggelam

Pekat malam menemani langkah kaki wanita perkasa
Rembulan tetap setia menerangi derap langkahnya
Kekasihnya yang beraroma itu setia menemani langkahnya

Jurang terjal kecewa
Tak bisa berjumpa dengan perempuan perkasa itu

Hujan masih gerimis
Langkah kaki tua perkasa
Tiba dengan gemetar
Kekasih jiwanya menyambutnya dengan pelukan hangat
Sehangat secangkir kopi

Bekasi, 20092020

[Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kopi 3]

Mendung datang mengundang hujan 

Angin kencang menerpa wajahku
Mimpi pun gelisah
Tak lama kabar itu pun datang
Terjawab sudah

Wanita aroma kopi tergeletak tak berdaya
Keperkasaan yang dimilikinya redup lemah seolah-olah tak bernyawa

Kuingin punya sayap kala itu
Bisa menyumbang secawan anggur untuknya yang ternyata dititiskan untukku

Darah yang mengalir di tubuhku adalah warisan dari wanita aroma kopi
Dia hanya membutuhkan secawan anggur untuk menyambung hidup demi jantung hati yang pertama lahir dari rahimnya

Untaian doa terjawab 
Secawan anggur didapat dari si jantung hati buah sulung anak pertamanya

Hujan air mata berujung bahagia
Wanita aroma kopi selamat dari maut
Ia masih punya janji untuk cahaya hati buah sulungnya yang telah lama berpulang


Erina Purba
Bekasi, 20092020

Tinggalkan Balasan