
Ketika memesan mi ayam pada suatu pagi, Mang Penjual bertanya, “tambah daun bawang atau enggak?”
Maksudnya, rajangan daun bawang mentah. Mungkin sebagian orang suka, sebagian lagi tidak.
Dulu sekali saya biasa menyantap makanan populer itu begitu adanya. Daun bawang ada, tetapi sudah matang. Sehingga bercampur dengan olahan ayam yang merupakan topping.
Maka sajian di sebuah kedai dalam kawasan Melawai Jakarta Selatan mengubah pilihan selera itu. Sebuah pemandangan telah mengubah kebiasaan.
Di atas meja panjang terdapat mangkuk-mangkuk penuh rajangan daun bawang, selain botol kecap, saus, sambal, dan tisu. Oleh karenanya ke atas mi ayam mengepul ditaburkan daun bawang mentah. Banyak. Setelah melihat pelanggan lain menabur sejumlah daun bawang.
Hidung menghirup aroma tajam. Lebih merangsang. Mengaduk lalu menjepit adonan matang, panjang, dengan ujung sumpit berikut daun bawang dan kuah kental kecokelatan.
Lidah di dalam rongga mulut sejenak mengecap rasa sedikit pahang. Tak lama. Berganti dengan aroma menghangatkan yang pedas. Sebentar saja, tidak seperti sambal cabai yang menggigit dan bertahan lama pedasnya.








Issshhh enak sekali ini
Kalau saya pake bawang atau tidak, sama enaknya yang penting topingnya enak
Iya. Itu yang paling penting
Kalau saya menyukai mie ayam dengan taburan daun bawang dan daun seledri
Mantap itu…